Senin, 22 Oktober 2012 - 15:19:07 WIB
Partai Golkar, JK dan ARBKategori: Profile - Dibaca: 220 kali


Baca Juga:Ilegal Tapping Jadikan Perhatian SeriusJepang Selamatkan 64 Pelaut Asal ChinaKeindahan Raja Ampat Tiada Duanya

Teropong Partai Golkar: Tokoh-tokoh Partai Golkar seperti Jusuf Kalla (JK), Aburizal Bakrie (ARB), dan Priyo Budi Santoso menjadi sosok yang banyak menghiasi pemberitaan media massa. Namun secara keseluruhan, para politisi Partai Golkar itu masih belum sepopuler Abraham Samad atau malah Johan Budi dari KPK.

Toh JK dan ARB masih terlihat akur dalam Peringatan HUT Partai Golkar digelar di Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (20/10). Acara itu menampilkan juga kader partai Tantowi Yahya dan Nurul Arifin yang bertindak sebagai master of ceremony.

Tantowi Yahya berkali-kali meneriakkan "Hidup ARB, Hidup ARB, Hidup ARB." ARB adalah inisial Aburizal Bakrie.

Pada acara di Marunda, Ical sempat menggelar telewicara dengan kader Golkar di lima provinsi. Kader-kader di daerah pun meneriakkan hidup ARB, hidup ARB.

Untuk kampanye pemilihan presiden 2014, Aburizal Bakrie memang tidak menggunakan nama panggilan akrabnya Ical, melainkan ARB. Pengamat politik Arya Fernandez menilai, perubahan nama julukan dari Ical ke ARB diyakini tidak akan banyak pengaruhnya.

"Saya kira, itu tidak berpengaruh banyak. Hanya embel-embel agar mudah diingat pemilihnya," ujar Arya kepada merdeka.com beberapa waktu lalu.

Menurut Arya, penyematan nama ARB itu merupakan strategi atau brand image yang baru terhadap sosoknya sebagai capres. Apalagi, tindakan itu juga sudah dilakukan sejumlah kandidat lainnya saat dicalonkan sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

"Saya kira itu jamak dilakukan oleh kandidat yang maju dengan melakukan nama-nama awal. Seperti SBY, JK, HR yang tak lain untuk memudahkan. Mungkin itu brand image baru yang ingin disampaikan Aburizal kepada publik meski dikenal sebagai Ical," ungkapnya.

Toh dalam pengamatan belakangan ini, politisi Partai Golkar masih berada di luar sepuluh besar sosok yang paling sering dikutip media massa. Ituah hasil analisisi yang dikemukakan Peneliti Utama Founding Fathers House (FFH), Dian Permata terhadap pemberitaan antara 7 Oktober 2011-7 Oktober 2012. Hasilnya politisi Partai Golkar masih berada di luar sepuluh besar sosok yang paling sering dikutip media massa.

Di tempat teratas yakni Juru Bicara KPK Johan Budi yang telah 1.711 kali dikutip, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 680 kali, dan Ketua KPK Abraham Samad 605 kali. Setelah itu, di peringkat ke-14 Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso 242 kali, peringkat ke-18 Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie 207 kali, dan Politisi Senior Golkar Jusuf Kalla 107 kali.

"Semakin seringnya mereka disebut di media akan berpengaruh pada popularitasnya. Ada tiga tokoh Golkar yang juga masuk dalam peringkat, menjelang Rakornas ini, tingkat kepopulerannya bisa jadi pertimbangan untuk Pemilu mendatang," ujar Dian, Minggu (21/10/2012), di hotel Atlet Century, Jakarta.

Dari hasil monitoring yang dilakukan Dian terhadap tiga tokoh Golkar itu, Jusuf Kalla kembali diuntungkan dengan pemberitaan bernada positif. Dari 107 kali diberitakan, berita Jusuf Kalla yang bernuansa positif mencapai 73 persen, negatif 5 persen, netral 16 persen, dan berita positif-negatif 6 persen.

Sementara dari 242 kali Priyo disebut di media, sebesar 52 persen di antaranya bernada positif, negatif 13 persen, netral 26 persen, dan positif negatif 9 persen. Setelah itu baru diikuti dengan pemberitan Ical sebanyak 207 kali, 45 persen di antaranya bernada positif, negatif 22 persen, netral 27 persen, dan positif-negatif 6 persen.

FFH juga melansir, dari 207 kali kemunculan ARB di media, hanya 45 persen yang positif. Sedang negatifnya 22 persen. Netral 27 persen. Positif-Negatif 6 persen. Sebaliknya dari 107 kali pemberitaan Jusuf Kalla, yang bernuasa positif mencapai 73 persen. Negatif 5 persen. Netral 16 persen. Positif-Negatif 6 persen.

Rendahnya elektabilitas ARB yang biasa dipanggil Ical menurutnya karena sejumlah isu yang masih melilitnya. Diantaranya, persoalan lumpur Lapindo, isu perusahaan Bakrie Group yang dikaitkan dengan persoalan pajak, konflik internal Partai Golkar maupun sentimen Jawa dan non Jawa.

“Posisi pemberitaan terhadap Priyo Budi Santoso lebih baik dibandingkan Ical. Dari 242 kali kemunculan di media, pemberitaan positif Priyo sebesar 52 persen. Negatif 13 persen. Netral 26 persen. Positif-Negatif 9 persen,” ungkapnya.

Media monitoring ini dilakukan terhadap analisa isi berita di 12 surat kabar nasional, 7 media online, dan 6 Televisi selama 7 oktober 2011 sampai 7 oktober 2012. Surat kabar yang dimonitoring adalah Bisnis Indonesia, Republika, Indo Pos, Jurnas, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, Sindo, Sinar Harapan, Suara Pembaharuan, dan The Jakarta Post. Untuk Online yaitu Antara online, Detik.com, Inilah.com, Okezone.com, Tempo.com, dan Vivanews.com. Sedang televisi yang dipantau adalah Metro TV, RCTI, SCTV, Trans TV.

Elektabilitas Stabil
Di sisi lain, Marsedes Marbun, Direktur Riset Political Weather Station (PWS) memaparkan hasil riset lembaganya di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2012). Survei tersebut dilaksanakan di 33 Provinsi di Indonesia, dari 15 September hingga 15 Oktober 2012.

“Jumlah sampel dalam survei ini, 1.070 responden, dengan margin of error sekira 3 persen. Survei ini diperoleh melalui teknik pencuplikan secara berjenjang (Multi Stage Random Sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan pedoman kuisioner,” imbuhnya mengawali konfrensi pers.

Alumni Fisip Universitas Padjadjaran Bandung tersebut memaparkan tingkat elektabilitas Partai Golkar berada pada posisi teratas sebesar 19,17 persen. Kemudian disusul oleh PDI Perjuangan 16,72 persen, Partai Gerindra 10,84 persen, Partai Demokrat 6,91 persen, Partai Nasdem 6,07 persen, PKS 4,95 persen, partai Hanura 4,11 persen, PKB 3,55 persen, PAN 2,89 persen, PPP 2,33 persen dan yang belum memutuskan pilihan sebesar 13.64 persen.

Tingginya elektabilitas Partai Golkar tersebut ditenggarai oleh kelihaian para politisi pohon beringin membaca peta keinginan masyarakat. Dalam catatan Political Weather Station (PWS) 32.61 persen publik menilai, agenda ekonomi adalah agenda penting yang harus segera ditangani, di samping agenda penegakan hukum 36,26 persen, 62.8 persen publik menyatakan  bahwa mereka tidak puas dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono di bidang ekonomi.

“Mereka (Golkar-Red) menjalankan program andalannya yakni program UMKM. Dijalankannya program ini medapat banyak simpati publik “ tambahnya.

Tenang Saja
Sedangkan ARB sendiri santai menanggapi hasil survei yang menempatkan tingkat keterpilihannya (elektabilitas) sebagai bakal calon presiden 2014 berada di bawah Jusuf Kalla. "Tenang saja," kata Ical, sebelum menghadiri sebuah acara, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2012).

Menurut ARB, elektabilitas JK lebih tinggi karena seniornya itu dinilai lebih dulu terjun di dunia politik. Ketika ditanya apakah akan ada pembahasan khusus untuk mendongkrak elektabilitasnya di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar nanti, menurut Ical, tidak ada. "Kita bekerja saja," katanya.

Ia mengaku tetap optimistis menghadapi Pilpres 2014 . Pasalnya, Ical berpegang pada hasil survei dari lembaga survei lain. "Elektabilitas saya 61 persen," ujarnya. (Press Conference)


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama
:
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode di atas,
kemudian klik tombol KIRIM, cukup sekali.)
Cek komentar Anda di halaman depan.

 



TerpopulerBeredar Foto Bugil Mirip Oknum DPRD Sulut (2036)Sex, Life, and Novel dari Sophia (Latjuba) Mueller (1292)Teropong News Hadir di Sorong (1214)Bangga Dekat Orang Papua (944) 1 Januari 2013, UMP Provinsi Papua Barat Naik hampir 2 Juta (832)Penentuan Nama Caleg DPR-RI Partai Demokrat Tahun 2014 , Kewenangan Majelis Tinggi (826)Ancam Wartawan ,Ketua DPRD R4 Diadukan ke AJI, PWI Dan ASPRI (753)A.Faris Umlati Masih Yang Terbaik di DPC Demokrat R4 (646)Tuntut Ganti Rugi, SMP Negeri 6 Dipalang (622)Tuntut UMP, 37 Karyawan Adukan PT. PDKA ke Disnaker (615) KASUSSoal Parpol Lurah Klawasi Tahan Raskin Warga RT 03/RW 07 Sorong, Teropong News -  Diduga persoalan Partai Politik dalam Pemilihan Calon Anggota Leslatif ...


LAKI Minta Kasus Batanta Ekspres Segera DituntaskanTerbakarnya Kantor Wali Kota Belum ada Titik Terang Pihak kepolisian diharapkan jangan lagi saling lOknum Polisi Larang Wartawan Metro Tv Liput Pemeriksaan LSLAKI Dukung Kejagung Proses Bupati R4KorupsiPLTD Raja Ampat : Setelah PT, Bakal Ada Tersangka BaruSi Jago Merah Lahap Habis Empat Ruko Briptu YN Bisa Dikenakan Pasal Berlapis
Laporan KhususWali Kota Bandung Bangun Rumah Honai Di Wamena Jayapura, Teropong News - Terkait akan dicanangkan rumah adat honai di Wamena yang akan dijadikan sebagai ...


Dana Pengamanan Pemilu Polres Sorong Kota Sebesar 2,4 MPolres Sorong Kota Gelar Simulasi Pengamanan Jelang Sidang Putusang LSWakapolda Papua Gelar Rapat Tertutup di Polres Sorong Kota soal Sidang Putusan LS KPU-Panwas “Warning” Caleg dan ParpolBeritakan Kasus Korupsi, SMS Gelap Ancam Media Di Sorong Bupati Maybrat Harus Tunduk Pada Amanat UU No 32 Tahun 2004PT. BKI Dituding ‘Ikut Main’ Tolak Ganti Rugi