Rabu, 17 April 2013 - 21:17:35 WIB
Pemberitaan Busung Lapar Digugat Secara HukumKategori: Hukrim - Dibaca: 111 kali


Baca Juga:Kampak Menduga Ada Mark Up Pengadaan Sapi PBPolda Papua Mulai Action - Sejumlah pihak yang terkait telah dimintai keterangan-BPK-PB Benarkan Ada Korupsi APBD Di BintuniKorupsi Pengadaan Kabupaten Bintuni Capai Setengah Miliar Lebih

Aimas, Teropong News – Pemerintah Kabupaten Tambrauw benar-benar merasa dirugikan dengan pemberitaan media cetak lokal tentang busung lapar yang tidak sesuai fakta lapangan. Untuk mengetahui pihak mana yang berada di balik pemberitaan itu, pemkab Tambrauw secara resmi menggugat media dengan membuat laporan polisi.
    Kapolres Sorong AKBP E. Zulpan S.Ik, M.Si mengatakan, Kabag Kesra Kabupaten Tambrauw, Maklon Mainolo, Senin (15/4/2013) mendatagi Polres Sorong guna melaporkan pemberitaan di beberapa media cetak.
    “Intinya laporan itu terkait pemberitaan tentang adanya busung lapar di Kabupaten Tambrauw yang telah mengakibatkan sejumlah orang meninggal, khususnya di kampung Kosepo, Bakde dan Jowijoker, Distrik Kuor, Kabupaten Tambrauw,” jelas Zulpan kepada wartawan, Selasa (16/4/2013).
    Ketika itu beberapa media memberitakan bahwa yang meninggal berjumlah 95 orang, bahkan ada juga yang mengatakan jumlah orang meninggal akibat busung lapar mencapai seratus orang lebih.
    “Padahal setelah dilakukan pengecekan, baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah maupun maupun pusat, aparat keamanan, lembaga sosial yang lain, ternyata tidak ditemukan kebenaran pemberitaan itu,” ujar kapolres menceriterakan isi laporan pemkab Tabrauw.
    Oleh sebab itu karena mereka merasa dirugikan mereka melaporkan hal ini ke Polisian Resor Sorong agar ditindaklanjuti, guna polisi mengungkap siapa yang pertama kali menyebarkan isu tersebut, sehingga dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Karena menurut pelapor akibat pemberitaan tersebut kerugian yang dialami oleh pemerintah Tambarauw sebesar 1 milyar rupiah.
    Kapolres menambahkan, polisi akan menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini, dari mana pemberitaan ini bisa muncul di media-media lokal di Sorong terkait busung lapar di Kabupaten Tambrauw yang telah menelan korban jiwa.  
    “Kedepan kami akan melakukan pengumpulan bukti-bukti dan sejumlah keterangan, termasuk dari media-media yang memuat pemberitaan tersebut, agar mendapat kejelasan dimana letak permasalah ini, dimana awal timbul pemberitaan ini, agar pelaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.
    Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong, Yakob Nauli saat dihubungi semalam menegaskan, pemanggilan media untuk tujuan penyelidikan maupun penyidikan sebaiknya tidak diprioritaskan. Media hanya menjalankan fungsi jurnalistiknya saja, yakni menyampaikan sebuah jurnal tentang suatu peristiwa berdasarkan keterangan narasumber.
    “Saya minta agar media jangan terlalu dibawa-bawa dalam persoalan ini. Di dalam pemberitaan koran lokal Sorong itu sudah jelas LSM mana yang memberikan informasi. Mereka itu saja yang dipanggil untuk proses hukum. Janganlah media selalu dibawa-bawa dalam persoalan seperti ini. Media itu adalah sarana terakhir yang membuka informasi ke publik,” ujar Yakob.
    Ia meminta semua pihak agar memanfaatkan hak jawabnya ketika tidak puas dengan sebuah pemberitaan. Media manapun akan tunduk pada hak jawab dan hak koreksi yang sudah diatur dalam UU Pokok Pers. “Jadi saya berharap jangan mau menghantam seseorang dengan cara mengobok-obok media,” tegasnya. (cr.5)


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama
:
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode di atas,
kemudian klik tombol KIRIM, cukup sekali.)
Cek komentar Anda di halaman depan.

 



TerpopulerBeredar Foto Bugil Mirip Oknum DPRD Sulut (2038)Sex, Life, and Novel dari Sophia (Latjuba) Mueller (1296)Teropong News Hadir di Sorong (1218)Bangga Dekat Orang Papua (946) 1 Januari 2013, UMP Provinsi Papua Barat Naik hampir 2 Juta (832)Penentuan Nama Caleg DPR-RI Partai Demokrat Tahun 2014 , Kewenangan Majelis Tinggi (832)Ancam Wartawan ,Ketua DPRD R4 Diadukan ke AJI, PWI Dan ASPRI (753)A.Faris Umlati Masih Yang Terbaik di DPC Demokrat R4 (646)Tuntut UMP, 37 Karyawan Adukan PT. PDKA ke Disnaker (627)Tuntut Ganti Rugi, SMP Negeri 6 Dipalang (623) KASUSSoal Parpol Lurah Klawasi Tahan Raskin Warga RT 03/RW 07 Sorong, Teropong News -  Diduga persoalan Partai Politik dalam Pemilihan Calon Anggota Leslatif ...


LAKI Minta Kasus Batanta Ekspres Segera DituntaskanTerbakarnya Kantor Wali Kota Belum ada Titik Terang Pihak kepolisian diharapkan jangan lagi saling lOknum Polisi Larang Wartawan Metro Tv Liput Pemeriksaan LSLAKI Dukung Kejagung Proses Bupati R4KorupsiPLTD Raja Ampat : Setelah PT, Bakal Ada Tersangka BaruSi Jago Merah Lahap Habis Empat Ruko Briptu YN Bisa Dikenakan Pasal Berlapis
Laporan KhususWali Kota Bandung Bangun Rumah Honai Di Wamena Jayapura, Teropong News - Terkait akan dicanangkan rumah adat honai di Wamena yang akan dijadikan sebagai ...


Dana Pengamanan Pemilu Polres Sorong Kota Sebesar 2,4 MPolres Sorong Kota Gelar Simulasi Pengamanan Jelang Sidang Putusang LSWakapolda Papua Gelar Rapat Tertutup di Polres Sorong Kota soal Sidang Putusan LS KPU-Panwas “Warning” Caleg dan ParpolBeritakan Kasus Korupsi, SMS Gelap Ancam Media Di Sorong Bupati Maybrat Harus Tunduk Pada Amanat UU No 32 Tahun 2004PT. BKI Dituding ‘Ikut Main’ Tolak Ganti Rugi